Minggu, 16 Desember 2012

Pada Dunia Yang Indah, Disabilitas Itu Anugerah !!!


Be Happy With Disability

Bila sejuk pagi membelai kulitku
dan semua kedamaiannya meluapkan penat semalam
tiada perduli pada apapun yang mengusik nya
karena yang ku tahu dunia ku indah

Pada putaran masa yang hadirkan  sekarang
Riuh alam di pedalaman sampai menggeliatnya kota metropolitan
Asaku berkelana lepas menyeruak  lantang mengenal zaman
Lantas kusadari benar dunia ku indah berbinar.

Sebisanya selalu ingin ku pahatkan bahagia dalam Bingkai Kehidupan Fana
Bersama ketidak biasaan ragaku dan keluar biasaan semangatku.
Karena kesibukan siang sampai ke hingar bingarnya malam terkadang juga tak ingin kulewatkan
Bermimpi, bekerja, berusaha dan bermain ceria adalah kodratnya manusia
Tak terkecuali aku dengan segudang anugrah pada dunia ku yang indah.

Berlari pada ruang selebar kamar, berenang dalam kolam ikan , ITU EDAN
Hendak Menuai Setia Padahal Tak Tahu Arti nya Rindu
Selaraslah Beda Ketika Sama Tak Selalu Dipuja  
Dobraklah tembok ruang fikir Itu... Hancurkanlah kuno nya kontruksi sosial itu,
Maka Biarkan Warna Warni Kita Menjadi Pelangi di Langit Inklusi
Lalu Lihatlah...Disabilitas yang Bisa Lebih Seksi dari yang terkira, Lebih Menggoda karena Tangguhnya Mencipta Bahagia.
Kemudian Kita semua Sadari Bahwa Pada Dunia Yang Indah , Disabilitas Itu Anugerah. 








Rabu, 07 November 2012

Setidaknya dulu Pernah ....

Hanya kembali terpukau pada hebatnya mimpi sendiri saat telah diwujudkan oleh mereka menjadi sebuah kebanggaannya. Begitulah kiranya gejolak cemburu yang terekspresi menjadi sebuah muka dungu yang tersamar dengan manggut dan decak kagum pada prestasi mereka mereka tersebut.


Gempita Anak Zaman yang seharusnya melukis kemenangan pada hidupnya yang gemilang. 
Aku mungkin adalah sebagian besar dari penduduk bumi ini yang menghabiskan sebahagian umur tanpa perencanaan tepat, tanpa tindakan sigap dalam menggapai masa depan yang mantap. Mungkin Juga aku adalah Sebahagian dari manusia yang berhenti berlari Mengejar Mimpi tatkala badai kehidupan menghadang silih berganti. Hingga sampai saat ini mayoritas manusia sepertiku lah yang mengisi bumi ini. 
Entah harus dengan muka yang penuh keraguan keakui bahwa aku tidak sendiri, yang pasti aku tidak bangga untuk menjadi seperti saat ini. Karena Setidaknya dulu Pernah sesak dada melihat raut wajah Ibu yang tersedu haru menyanjung prestasiku. Atau Setidaknya dulu Pernah kunikmati hangatnya rangkulan orang disekelilingku ketika cerih payah dukungan mereka selalu berbuah manis dari cawan kemenangan. Yah, Setidaknya dulu Pernah aku selalu tersenyum menyambut matahari pagiku. 
  
Dalam setiap putaran  masa dan peradaban, memang hanya segelintir orang saja yang benar benar bisa berdiri pada puncak pencapaiannya. Menghayati arti peran dan pilihan dalam kehidupan dan lantas menjalani nya dengan penuh kesungguhan sama hal nya seperti merajut helai demi helai benang dan kemudian membentuknya menjadi sebuah selendang indah atau mungkin lebih dari itu yakni untuk menciptakan sebuah gaun cantik yang mewah. 

Halaman ini kutuliskan untuk semua yang tak mau terlahir hanya untuk bermurung menyesali sesuatu yang tak mungkin kembali. Selama Belum Mati, Mari Terus Memberi Arti. 

Gempita Anak Zaman adalah Sorak Sorai Kemenangan.
Gempita Anak Zaman adalah Laju Mesin Perubahan. 
Gempita Anak Zaman adalah Kita Semua yang Berlari tuk Mewujudkan Mimpi.