Gempita Anak Zaman yang seharusnya melukis kemenangan pada hidupnya yang gemilang.
Aku mungkin adalah sebagian besar dari penduduk bumi ini yang menghabiskan sebahagian umur tanpa perencanaan tepat, tanpa tindakan sigap dalam menggapai masa depan yang mantap. Mungkin Juga aku adalah Sebahagian dari manusia yang berhenti berlari Mengejar Mimpi tatkala badai kehidupan menghadang silih berganti. Hingga sampai saat ini mayoritas manusia sepertiku lah yang mengisi bumi ini.
Entah harus dengan muka yang penuh keraguan keakui bahwa aku tidak sendiri, yang pasti aku tidak bangga untuk menjadi seperti saat ini. Karena Setidaknya dulu Pernah sesak dada melihat raut wajah Ibu yang tersedu haru menyanjung prestasiku. Atau Setidaknya dulu Pernah kunikmati hangatnya rangkulan orang disekelilingku ketika cerih payah dukungan mereka selalu berbuah manis dari cawan kemenangan. Yah, Setidaknya dulu Pernah aku selalu tersenyum menyambut matahari pagiku.
Dalam setiap putaran masa dan peradaban, memang hanya segelintir orang saja yang benar benar bisa berdiri pada puncak pencapaiannya. Menghayati arti peran dan pilihan dalam kehidupan dan lantas menjalani nya dengan penuh kesungguhan sama hal nya seperti merajut helai demi helai benang dan kemudian membentuknya menjadi sebuah selendang indah atau mungkin lebih dari itu yakni untuk menciptakan sebuah gaun cantik yang mewah.
Halaman ini kutuliskan untuk semua yang tak mau terlahir hanya untuk bermurung menyesali sesuatu yang tak mungkin kembali. Selama Belum Mati, Mari Terus Memberi Arti.
Gempita Anak Zaman adalah Sorak Sorai Kemenangan.
Gempita Anak Zaman adalah Laju Mesin Perubahan.
Gempita Anak Zaman adalah Kita Semua yang Berlari tuk Mewujudkan Mimpi.


Hal yang paling meNYEDIHKAN adalah Mati Sebelum Mati. Seperti menjalani hidup dalam keterpaksaan. Karena Cita diri yang sebenarnya hilang sebelum berkembang.
BalasHapus